PENGARUH POSISI FLOW STRAIGHTENER TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN GAS BUANG PADA SAMPLING POINT CEROBONG

  • D Puspitasari Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Palembang
  • E Wirandha Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • B Syahputra Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Marwani Marwani Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Ellyanie Ellyanie Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Keywords: Flow straightener, kecepatan aliran gas buang, derajat kemiringan, koefisien variasi, pressure drop

Abstract

ABSTRAK: Pertumbuhan ekonomi khususnya sektor industri yang semakin pesat menyebabkan adanya penambahan emisi pencemar ke udara. yang memberikan dampak negatif berupa pencemaran udara, sarana penularan penyakit, dan membahayakan kesehatan manusia. Pemerintah telah membuat peraturan dengan diharuskannya melakukan pengukuran kualitas emisi pada setiap cerobong yang digunakan industri secara terus menerus. Pengukuran yang dilakukan pada setiap cerobong menggunakan metode isokinetik yang hanya bisa digunakan pada aliran gas buang yang seragam. Aliran berpusar di dalam cerobong mengakibatkan keakurasian hasil pengukuran emisi mengalami penurunan keakurasian. Untuk menjaga kualitas hasil pengukuran emisi, kecepatan aliran gas buang harus seragam dengan derajat kemiringan sekecil mungkin ( kurang dari 5°) dan pressure drop yang masih bisa ditoleransi. Pemasangan flow straightener di dalam cerobong adalah salah satu upaya dalam menjaga hasil pengukuran emisi yang akurat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan flow straightener 45° upward dengan variasi posisi vertikal (0,75D, 1D, dan 1,25D). Berdasarkan pengolahan data dari hasil penelitian. Flow straightener posisi vertikal 0,75D diperoleh nilai rata-rata koefisien variasi terendah sebesar 20,1188%. Flow straightener posisi vertikal 1,25D menghasilkan nilai rata-rata derajat kemiringan dan pressure drop terendah yaitu 0,85485604° dan 4,79125 Pa. Flow straightener pada posisi 1,25 D mampu memenuhi syarat untuk menjaga kualitas hasil pengukuran emisi.

Kata Kunci: Flow straightener, kecepatan aliran gas buang, derajat kemiringan, koefisien variasi, pressure drop

ABSTRACT: The rapid economic growth of the industrial sector has led to additional pollutant emissions into the air, which have negative ef ect in the form of air pollution, disease transmission, and endangering human health. The government makes regulations by measuring the quality of emissions on each stack used by the industry continuously. The measurements are made on each stack using the isokinetic method which can only be used for uniform exhaust gas flow. The swirling flow in the chimney causes the accuracy of the emission measurement results to decrease. For the reason to maintain the quality of the emission measurement results, the exhaust gas flow velocity must be uniform with the smallest possible degree of slope (less than 5°) and the pressure drop is still tolerable. Installing a flow straightener in the chimney is an ef ort to maintain accurate emission measurement results. This research was conducted experimentally using a 45° upward flow straightener with variations in vertical position (0.75D, 1D, and 1.25D). From the research results, the vertical position flow straightener of 0.75D has the lowest average coef icient of variation of 20.1188%. The vertical position flow straightener 1.25D produces an average value of the degree of slope and the lowest pressure drop, namely 0.85485604° and 4.79125 Pa. The flow straightener at position 1.25 D is a good performance to maintain the stability of the quality of the emission measurement results.

Keywords: Flow straightener, flue gas flow velocity, degree of slope, coef icient of variation, pressure drop

Published
2021-06-30