SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SERAT KAPUK RANDU SEBAGAI BAHAN BAKU PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN DI KAWASAN KAMPUNG SUNGAI PEDADO, KELURAHAN KERAMASAN, KECAMATAN KERTAPATI PALEMBANG

  • Rahmatullah Rahmatullah Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Roosdiana Muin Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Muhammad Rendana Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • M Djoni Bustan Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Prahady Susmanto Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Rizka Wulandari Putri Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya, Palembang
Keywords: plastik, bioplastik, serat kapuk, sungai pedado

Abstract

ABSTRAK: Plastik sekali pakai tidak lepas penggunaannya dari kehidupan kita sehari-hari baik sebagai kantong, wadah minuman dan makanan, dan lain-lain. Plastik merupakan sampah yang paling susah terurai karena membutuhkan puluhan sampai ratusan tahun untuk dapat terdegradasi. Oleh karena itu plastik menjadi penyumbang terbanyak kerusakan lingkungan baik di darat maupun sungai ataupun laut. Salah satu alternatif dalam mengurangi penggunaan plastik dan dampak yang ditimbulkannya adalah penggunaan bioplastik yang ramah lingkungan. Desa Sungai Pedado berada di pinggiran kota Palembang yang terletak di daerah anak sungai musi dengan kondisi lingkungan sekitarnya banyak ditumbuhi pepohonan salah satunya kapuk randu. Serat kapuk randu ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioplastik ramah lingkungan karena kandungan selulosanya yang cukup tinggi. Oleh karena itu dirasa penting untuk melakukan kegiatan pengabdian ke masyarakat di kawasan ini. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah edukatif dengan mensosialisasikan akan pentingnya pengurangan penggunaan kantong plastik dan pelatihan berupa simulasi pembuatan bioplastik dengan bahan baku serat kapuk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah dapat menambah wawasan pengetahuan masyarakat desa sungai pedado tentang pemanfaatan serat kapuk sebagai bahan dasar bioplastik ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik yang akan mencemari lingkungan terutama di kawasan sungai pedado.

Kata Kunci: plastik, bioplastik, serat kapuk. sungai pedado.

ABSTRACT: Single-use plastics cannot be separated from their use in our daily lives, both as bags, beverage and food containers, and so on. Plastic is the most difficult waste to decompose because it takes tens to hundreds of years to degrade. Therefore, plastic is the biggest contributor to environmental damage, both on land and in rivers and at sea. One alternative to reducing the use of plastics and its impact is the use of environmentally friendly bioplastiks. Sungai Pedado Village is located on the outskirts of Palembang city which is located in a tributary area of the Musi River. The surrounding environment conditions are overgrown with trees, one of which is kapok wood. This kapok fiber can be used as an environmentally friendly bioplastik raw material because of its high cellulose content. Therefore, it is considered important to carry out community service activities in this area. The method used in this service activity is educational by disseminating the importance of reducing the use of plastic bags and training in the form of simulations of making bioplastics with kapok fiber as raw material. The result of this service activity is to broaden the knowledge of the Sungai Pedado village community about the use of kapok fiber as an environmentally friendly bioplastik base material and increase awareness to reduce the use of plastics that will pollute the environment, especially in the Sungai Pedado area.

Keywords : plactic, bio-plastic, kapok fiber, sungai pedado.

Published
2021-07-08