IDENTIFIKASI SEBARAN BATUBARA METODE TAHANAN JENIS PADA FORMASI MUARA ENIM: STUDI KASUS DAERAH “X” PROVINSI JAMBI

  • Juventa . Universitas Jambi
  • A. D. Prabawa Universitas Jambi
Keywords: batubara, tahanan jenis, inversi

Abstract

Batubara adalah batuan sedimen non-klastik yang terbentuk secara organik berasal dari akumulasi pengendapan sisa tumbuhan jutaan tahun lalu dan mengalami pengayaan kimia dan fisika pada kandungan atom karbonnya. Sifat batubara sebagai batuan sedimen berbeda dengan batuan sedimen klastik. Bila batuan sedimen klastik pada umumnya memiliki ukuran butir dan porositas yang bisa berfungsi sebagai penyimpan fluida, maka batubara tidak memiliki porositas. Keberadaan fluida air pada porositas batuan sedimen akan mengakibatkan nilai tahanan jenis pada batuan sedimen klastik relatif lebih rendah dibanding batubara karena air akan berperan sebagai pengantar perpindahan arus listrik. Nilai tahanan jenis pada batubara relatif lebih tinggi dibanding batuan sedimen sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran batubara yang bersifat spotting dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Nilai tahanan jenis pada batubara relatif lebih tinggi dibanding batuan sedimen sekitarnya. Penelitian ini diawali dengan melakukan pemetaan geologi untuk mencari singkapan batubara dan kemudian dirancang pengambilan data geolistrik dengan Konfigurasi Wenner sebanyak 4 lintasan, 2 lintasan sepanjang 240 meter dengan jarak antara elektroda sebesar 10 meter dan 2 lintasan lagi sepanjang 160 meter dengan jarak antar elektroda 7,5 meter. Nilai tahanan jenis yang didapat kemudian akan diinversikan menjadi penampang 2 dimensi. Penampang 2 dimensi ini kemudian akan diinterpolasikan nilainya sehingga mendapat model 3 dimensi. Hasil yang didapatkan, arah umum dari strike batubara adalah N 1400 E dengan nilai dip batuan sebesar 330 dan nilai tahanan jenis batubara pada daerah penelitian sebesar 100-300 Ωm. Model 3 dimensi memperlihatkan bahwa batubara pada lokasi penelitian bersifat spotting dan tidak mengikuti arah lamparan batuan secara umum, namun masih mengikuti arah dip  batuannya.

References

[1] Nthaba, B., Shemang, E., Hengari, A., Kgosidintsi, B., Tsuji, T., (2020). Characterizing coal seams hosted in Mmamabula Coalfield, central Botswana using pseudo-3D electrical resistivity imaging technique, Jornal African Earth Science, 167, 103866.

[2] Indonesian Ministry Of Energy and Mineral Resources, (2017), Handbook Of Energy & Economic Statistic Of Indonesia.

[3] Panggabean, H., Santy, LD., (2012). Sejarah penimbunan cekungan sumatera selatan dan implikasinya terhadap waktu generasi hidrokarbon, Jurnal Sumber Daya Geologi, 22(4), 225-235.

[4] Friederich, MC., Moore, TA., Flores, RM., (2016). A regional review and new insights into SE Asian Cenozoic coal-bearing sediments: Why does Indonesia have such extensive coal deposits?, International Journal Coal Geology, 166, 2-35.

[5] Sunardi, E., Suwarna, N., Arus, E., (2018). Geology Karakteristik Batubara Regresi Dan Transgresi Formasi Muaraenim Cekungan Sumatra Selatan, Bulletin Of Science Geology, 16, 221-228.

[6] Shao, Z., Wang, D., Wang, Y., Zhong, X., Tang, X., Xi, D., (2016). Electrical resistivity of coal-bearing rocks under high temperature and the detection of coal fires using electrical resistance tomography. Geophysics Journal International, 204(2), 1316-1331.

[7] Lepong, P., Supriyanto, S., Wahyuningsih, S., Hardiyanto, H., (2018). Application of multi-array electrical resistivity tomography in PT. Bukit Baiduri Energi coal mining-East Kalimantan, Indonesia Mining Jornal, 21(1), 1-7.

[8] Samanlangi, AI., (2018). Coal Layer Identification using Electrical Resistivity Imaging Method in Sinjai Area South Sulawesi, Journal Physics Conference Series, 979(1).

[9] Santoso, B., Wijatmoko, B., Supriyana, E., Harja, A., (2016). Penentuan Resistivitas Batubara Menggunakan Metode Electrical Resistivity Tomography dan Vertical Electrical Sounding, Jurnal Material dan Energi Indonesia, 06(01), 8-14.

[10] Rahmat, F., Juventa, Nazri, MZ., (2021). Identifikasi Sebaran Batubara berdasarkan Nilai Resistivitas Batuan Konfigurasi Wenner Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jurnal Teknik Kebumian, 6(1), 44-52.

[11] Ramdani, PS., Sehah, M., (2021). Modeling of Coal Deposition Using the Resistivity Method with Wenner Configuration in the Bentarsari Basin Area, District of Salem, Brebes Regency, Central Java, Jurnal Fisika dan Aplikasi, 17(1), 1.

[12] Lowrie, W. and Fichtner, A., (2020) Fundamentals of Geophysics. Cambridge university press.

[13] Telford, WM., Geldart, LP., Sheriff, RE., (1990), Applied Geophysics. Cambridge university press.
Published
2023-01-21
Section
Articles