STABILISASI LERENG TIMBUNAN DITINJAU DARI KOMPOSISI MINERAL PENYUSUN TANAH PADA LERENG TIMBUNAN TAMBANG

  • M. Asof Universitas Sriwijaya
  • R. Pebrianto Universitas Sriwijaya
  • A. Z. Ataariq Universitas Sriwijaya
Keywords: lereng timbunan, ketabilan lereng, XRF, montmorillonite

Abstract

Area timbunan sangat berpotensi mengalami kelongsoran, penambahan massa tanah, tanah yang tidak compact, jenis tanah, dan curah hujan menjadi beberapa faktor yang meningkatkan potensi kelongsoran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan kestabilan lereng timbunan dan jenis mineral lempung penyusun tanah. Dilakukan pengujian sampel tanah timbunan pada site Muara Tiga Besar Utara, PT Bukit Asam Tbk. lalu menganalisis nilai faktor keamanan pada lereng timbunan. Hasil analisa menunjukan lereng dalam keadaan aman dengan faktor keamanan berkisar antara 1-1.2. Namun kondisi aktual menunjukkan sering terjadi kelongsoran pada lereng setiap terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi. Pengujian XRF terhadap lima sampel tanah timbunan menunjukkan bahwa unsur yang dominan terkandung ialah Si (silika) 31,625%, Fe (besi) 22,465%, dan Al (aluminium) 16,156%. Hal ini menginterpretasikan bahwa jenis mineral yang terindikasi ialah mineral lempung jenis montmorillonite dengan sifat cepat menyerap air namun memiliki permeabilitas yang relatif kecil sehingga banyak air terperangkap dalam tanah.

References

[1] Arif, I. (2016). “Geoteknik Tambang”. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

[2] Adi, G. P. (2020). “Penilaian Kestabilan Timbunan Berdasarkan WSRHC pada Timbunan Muara Tiga Besar Utara, PT Bukit Asam Tbk”. PROSIDING TPT XXIX PERHAPI, 95 - 106.

[3] Asof, Marwan and Gofar, Nurly and Rifai, Ahmad. (2005). Analysis of Landslide at Outside Dumping Area Air Laya Coal Mining Site, Indonesia. Proc. 3rd Intl. Conf. on Geotechnical Engineering, 170-181.

[4] Asof, Marwan and Gofar, Nurly and Rahmatullah, Rahmatullah. (2008). Response of Clay Shale to the Variation of Moisture Content. Geotechnical & Highway Engineering (Geotropika).

[5] Hardiyatmo, H. C. (2012). “Mekanika Tanah I”. Edisi. Ke-6. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

[6] Sutrisno, Widji. (2013). “Pengaruh Waktu Pemeraman (Curing Time) Stabilitas Tanah Lempung Lunak Menggunakan Abu Ampas Tebu (Bagasse Ash)”. Skripsi. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

[7] Khoiriyah, Ayu. (2015). “Karakterisasi unsur tanah liat di lokasi penambangan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) (Dengan Perlakuan Awal Pengeringan Pada Suhu 110 0C)”. Tugas Akhir. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.

[8] Herman, Ikratul. (2016). “Study Analisis Penurunan Tanah Lempung Lunak Dan Lempung Organik Menggunakan Pemodelan Matras Beton Bambu Dengan Tiang”. Skripsi. Bandar Lampung. Universitas Lampung.

[9] Das, B. M. (1995). “Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis) Jilid 1”. Jakarta: Erlangga.

[10] Wang, R., Zhang, G., & Zhang, J.-M. (2010). Centrifuge modelling of clay slope with montmorillonite weak layer under rainfall conditions. Applied Clay Science, 50(3), 386–394.
Published
2023-08-29
Section
Articles