Monitoring fouling dan jadwal pembersihan condenser dalam crude distiller unit pada pabrik pengilangan minyak bumi

  • Leily Nurul Komariah Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Heriyanto Heriyanto PT. PERTAMINA RU-III Plaju unit CD&GP
  • A. Zulkarnain Ariko Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Fitra Armando Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Keywords: Air pendingin, condenser, fouling

Abstract

Crude Distiller Unit (CDU) adalah bagian penting dipakai pada hampir semua unit kilang minyak bumi. CDU berfungsi untuk memfraksionasikan crude oil menjadi senyawa sederhana untuk diumpankan ketahap selanjutnya sebagai bahan baku padasecondary process. Pada CDU dilakukan proses pengolahan crude hingga menjadi produk-produk seperti crude butane, SR Tops, Naphtha II, Naphtha III, Naphtha IV, LKD, HKD, LCT, HCT, dan umpan High Vacuum Unit. Produk Seperti SR tops output kolom 3-1 dikondensasikan untuk kemudian dialirkan melalui pompa ke tahap secondary process. Tipe condenser adalah vertikal dengan kondensasi pada bagian shell. SR tops melalui shell sementara air pendingin melalui tube. Fouling merupakan salah satu faktor penurunan koefisien transfer perpindahan panas, dimana fouling merupakan akumulasi dari deposit material pada dinding transfer panas. Dengan menggunakan metode observasi dan interview didapati data-data mengenai kondisi operasi condenser 5-1. Sementara dengan metode referensi untuk mencari data-data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan dan study literature untuk korelasi hasil yang didapat. Hasil perhitungan dengan data aktual menunjukan bahwa sekitar 39 bulan lagi adalah waktu maksimal operasi condenser sebelum di cleaning. Hal ini sesuai dengan teori yang ada dimana waktu normal pengoperasi condenser ialah berkisar antara 3-4 tahun untuk selanjutnya di cleaning.Sementara dengan mengganti air pendingin yang semula air sungai menjadi air yang telah ditreatment didapat bahwa condenser mampu beroperasi hingga 137 bulan lagi untuk selanjutnya dilakukan cleaning. Hal ini menunjukan penggantian jenis pendingin yang digunakan berpengaruh besar dalam pengurangan rate fouling pada condenser. Sehingga perlu adanya upaya penggantian air pendingin sehingga waktu operasi alat lebih optimal.

References

Admiralty Industries. (tt). Almunium Brass Tubes (C68700). (online): http://www.admiraltyindustries.com/c68700/ (diakses pada tanggal 1 Januari 2018)
Assael, M. J., dkk. 2013. Reference Correlation of the Thermal Conductivity of n-Hexane from the Triple Point to 600 K and up to 500 MPa. Applied Chemicals and Materials Division. National Institute of Standards and Technology:USA
Engineering ToolBox. (tt). Dynamic Viscosity of CommonLiquid. (online):https://www.engineeringtoolbox.com/absolute-viscosity-liquids-d_1259.h tml. (diakses pada tanggal 1 Januari 2018)
Kern, D. Q., dkk. 1965. Process Heat Transfer. McGraw-Hill:Singapura
National Institutes of Health. (tt). Hexane. (online): https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/hexane#section=Top (diakses pada tanggal 1 Januari 2018)
National Institutes of Health. (tt). Pentane. (online): https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/pentane#section=Top (diakses pada tanggal 1 Januari 2018)
PERTAMINA. 2017. Desain Condenser 5-1 Unit CD IV. Plaju: PT PERTAMINA (Persero) RU III
Polling, B. E., dkk. 2001. The Properties of Gases and Liquids. 5th Ed. McGraw-Hill:New York
Sinnot, R. K. 2005. Coulson Richardson’s Chemical Engineering. Vol.6. 4th Ed. Elsevier Butterworth-Heinemann:Jordan Hill
Vasilous, C. M., dkk. 2015. Reference Correlations of the Thermal Conductivity of Cyclopentane, iso-Pentane, and n-Pentane. Chemical Engineering Department. Aristotle University:Greece
Published
2018-07-01