Pengaruh volume koagulan, waktu kontak dan temperatur pada koagulasi lateks dari kayu karet dan kulit kayu karet

  • Farida Ali Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
  • Wulan Novi Astuti Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
  • Nahdia Chairani Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Keywords: karet, kayu karet, koagulasi, kulit kayu karet, lateks

Abstract

Penggumpalan lateks secara alamiah membutuhkan waktu yang cukup lama dan untuk mempercepat penggumpalan lateks telah dicoba menambahkan berbagai bahan penggumpal (koagulan) ke dalam lateks yang berfungsi sebagai media pertumbuhan bakteri. Salah satu bahan alternatif koagulan alami dalam koagulasi adalah kayu karet dan kulit kayu karet yang mempunyai kandungan asam sehingga dapat menggumpalkan lateks. Kayu karet dan kulit kayu karet diproses terlebih dahulu menjadi ekstrak kayu karet dan kulit kayu karet yang selanjutnya dilakukan pemeraman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara melakukan pencampuran antara koagulan (kulit kayu karet dan kayu karet) dengan lateks yang akan memecah emulsi dan membentuk gumpalan karet. Analisa yang dilakukan meliputi analisa berat karet basah, berat crepe karet kering dan kadar karet kering. Studi Variabel yang dilakukan meliputi variasi volume koagulan (5ml, 10ml, 15ml, 20ml, dan 25ml), temperatur koagulasi (200C, 300C ,400C, 500C, 600C ) dan waktu kontak koagulasi (1 jam, 6 jam, 12 jam, 18 jam, 24 jam, 30 jam, 36 jam, 42 jam dan 48 jam). Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa variasi volume koagulasi, berat karet terbesar didapatkan pada 15 ml volume koagulan dengan perbandingan 1: ¾ antara lateks dan koagulan. Pada variasi temperatur, didapatkan berat karet terbesar pada suhu 300C dan waktu kontak optimal koagulasi adalah 18 jam.

References

Ali, Farida. Didin Suwardin, Mili Purbaya Eis sri Hartati dan syntia Rahutami. 2009. Koagulasi Lateks dengan Ekstrak Jeruk Nipis. Jurnal jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas sriwijaya.
Birliansyah, Birman dan Kurniawan, Ahmad. 2014. Pemanfaatan Nira Aren Sebagai Koagulan Alami Lateks. Riset jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Cahyono, Bambang. 2010. Cara Sukses Berkebun Karet. Jakarta: Putaka Mina.
Herdyanti, Riska dan Suheri, Ade Heri.2013. Pemanfaatan Sari Mengkudu sebagai Bahan Penggumpal Lateks. Jurnal jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas sriwijaya.
Pari, G. 1996. Analisis Komponen Kimia dari Sengon dan Kayu Karet pada Beberapa Macam Umur. Buletin Penelitian Hasil Hutan dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Litbang Hutan dan Sosek Kehutanan. Bogor. 14(8): 321-327.
Towaha, Juniaty, Asif Aunillah, dan Eko Heri P. 2013. Pemanfaatan Asap Cair Kayu Karet dan Tempurung Kelapa untuk Penanganan Polusi Udara pada Lump. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar: Sukabumi.
Utomo, Tanto Pratondo, Udin Hasanudin dan Erdi Suroso. 2012. Agroindustri Karet Indonesia: Petani Karet dan Kelembagaan, Proses Pengolahan dan Kinerjanya dan Selayang Pandang Karet Sintetis. Bandung: PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.
Yulita, Eli. 2012. Pengaruh Asap Cair Serbuk Kayu Limbah Industri terhadap Mutu Bokar. Balai Riset dan Standarisasi Industri: Palembang.
Published
2015-08-01