Sintesis poliolester melalui reaksi asetilasi senyawa poliol minyak jagung

  • M. Said Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Agustria Agustria Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Dimitra Alitha Utama Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Keywords: Pelumas, minyak jagung, poliol, asetilasi, poliolester

Abstract

Pelumas merupakan kebutuhan pokok dalam suatu industri maupun kendaraan bermotor disamping bahan bakar. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pelumas adalah minyak nabati. Keunggulan dari minyak nabati, yaitu bersifat ramah lingkungan, dapat terurai (biodegradable), dan ketersediaannya melimpah di Indonesia. Minyak jagung merupakan contoh dari minyak nabati yang dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan pelumas di masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelumas yang dihasilkan dari bahan baku berupa minyak jagung. Proses pembuatan pelumas nabati ini memiliki 3 proses yaitu epoksidasi, hidroksilasi dan asetilasi. Proses epoksidasi dilakukan untuk mengurangi ikatan rangkap, hidroksilasi dilakukan untuk mengubah gugus oksiran dari epoksi yang bersifat tidak stabil, dan asetilasi digunakan untuk mengubah gugus OH pada minyak menjadi OR. Sintesis poliolester dihasilkan melalui proses lanjutan dari reaksi epoksidasi dan hidroksilasi, yaitu asetilasi senyawa poliol dengan bantuan asam asetat anhidrat. Kondisi operasi optimum dari reaksi epoksidasi dan hidroksilasi dengan bahan baku minyak jagung berturut-turut sebesar 60C; 150 menit dan 50C; 120 menit. Variabel bebas pada penelitian ini berupa Temperatur (60C, 70C dan 80C) dan Waktu reaksi (15, 20, 25, 30 dan 35 menit). Hasil penelitian menunjukkan nilai konversi maksimum dari poliol menjadi poliolester berada di angka 48,96% dengan kondisi operasi temperatur dan waktu berturut-turut sebesar 60C; 30 menit.

References

Akrom, Hanifa. 2009. Pengetahuan Umum Tentang Lubricating Oil. Online: https://eyesbeam.wordpress.com/2009/03/11/pengetahuan-umum-tentang-lubricati-ng-oil-minyak-pelumas/. Diakses tanggal 13 September 2016.
Anonim. 2010. Hidrogen Peroksida. Online: https://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_peroksida. Diakses tanggal 13 September 2016.
Anonim. 2010. Asam Sulfat. Online: https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_sulfat. Diakses tanggal 14 September 2016.
Anonim 2009. Natrium Bikarbonat. Online: https://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_bikarbonat. Diakses tanggal 14 September. 2016.
Anonim. 1998. Standard Practice for Calculating Viscosity Index from Kinematic Viscosity at 40 and 100°C. ASTM International: United States.
Armansyah, Wawang. 2015. Asam Asetat. Online: http://www.rumuskimia.net/2 015/12/rumus-kimia-asam-asetat.html. Diakses tanggal 13 September 2016.
Atmajaya, A. 2013. Kegunaan Bentonit. Online: http://arminsiparacca07.blogspot.co.id/2013/10/kegunaan-bentonite.html. Diakses tanggal 14 September 2016.
Caines A, Haycock R. 1996. Automotive of Lubricants Theory and Practice of Tribology. Vol I, II. CRC Press. Florida.
Campanella A, Baltanas MA. 2006. Degradation of Oxirane Ring of Epoxidized Vegetable Oils in Liquid-Liquid Heterogenus Reaction Systems. Chemical Engineering Journal. 118: 141-152.
Harahap, E H. 2014. Kandungan Minyak Jagung. Universitas Sumatera Utara: Sumatera Utara.
Levenspiel, Octave. Chemical Reaction Engineering. 3rd Edition. Chemical Engineering Department, Oregon State University: John & Wiley Sons.
Nugrahani, Ratri Ariatmi. 2008. Perancangan Proses Pembuatan Pelumas Dasar Sintetis dari Minyak Jarak Pagar (Jatropa curcas L.) melalui Modifikasi. Institut Pertanian Bogor: Bogor.
Nur, N Alfiyana. 2015. Methanol. Online: https://toksikologi519.wordpress.com/2015/01/02/methanol/. Diakses tanggal 14 September 2016.
Priyono, E J. 2013. Anhidrida Asetat. Online: http://endahejp.blogspot.co.id/2013/03/asam-anhidrida.html. Diakses tanggal 14 September 2016.
Wahyudi, W. 2014. Karakteristik dan Sifat Minyak Pelumas (Oli). Politeknik Negeri Sriwijaya: Palembang.
Published
2017-08-01