PEMANFAATAN LIMBAH DAPUR ORGANIK MENJADI CAIRAN SERBAGUNA EKOENZIM

  • Ismi Khairunnissa Ariani Institut Teknologi Kalimantan
  • Marita Wulandari Institut Teknologi Kalimantan
  • Rina Noor Hayati Institut Teknologi Kalimantan
  • Riza Hudayarizka Institut Teknologi Kalimantan

Abstract

ABSTRAK: Pencemaran lingkungan oleh sampah yang berasal dari limbah rumah tangga menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan perumahan. Limbah rumah tangga berupa limbah dapur organik seperti sisa makanan, kulit buah dan sayur kering seringkali dibuang begitu saja ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Hal ini menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan disertai dengan bau yang tidak sedap, seperti yang terjadi pada kawasan Jalan Sidomulyo 3 RT 41 RW 55 Kel. Baru Tengah Kec. Balikpapan Barat. Untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan serta untuk membantu mengurangi timbunan limbah dapur organik, tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Kalimantan melakukan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan cairan serbaguna ekoenzim. Sebanyak 18 cairan serbaguna ekoenzim dalam wadah toples plastik dan ember telah dibuat oleh warga. Ekoenzim yang telah dibuat disimpan di dalam styrofoam box untuk proses fermentasi selama 3 bulan dengan pemantauan yang dilakukan bertahap. Setelah 3 bulan, ekoenzim dapat digunakan sebagai cairan pembersih yang dapat diaplikasikan ke rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, warga mendapatkan ilmu baru mengenai pengelolaan limbah dapur organik yang dapat mengurangi jumlah limbah rumah tangga dan warga dapat membuat cairan serbaguna ekoenzim dengan memanfaatkan limbah dapur organik. Ekoenzim merupakan produk ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan tanaman.

 

Kata Kunci: cairan pembersih, cairan serbaguna, ekoenzim, fermentasi, limbah dapur organik

Published
2023-01-18