ANALISIS KERENTANAN BENCANA LONGSOR SEBAGAI DASAR MITIGASI DAERAH HARJAWANA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN

  • Zulkifli Tambunan Program Studi Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • B. K Susilo Program Studi Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Falisa Falisa Program Studi Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Keywords: ASTERGDEM, Leuwidamar, Longsor, SRTM

Abstract

ABSTRAK: Lokasi penelitian secara geografis terletak pada koordinat 6 0 30’ 05.0”- 6 0 30’ 04.2” S dan 1060 08’ 50.2”- 1060 13’ 41.9” E. Secara administratif, daerah penelitian berada di Daerah Harjawana, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada daerah Harjawana secara topografi memiliki morfologi berlereng perbukitan, curah hujan dan tersusun atas litologi dengan tingkat keresistenan rendah, sehingga rawan mengalami longsoran. Dengan begitu, perlu dilakukan penaksiran terhadap kerentanan rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah yang termasuk ke dalam zona tingkat rawan longsor stabil hingga tidak stabil. Metode yang digunakan adalah analisis dari data citra berupa ASTERGDAM dan SRTM. metode slope morphology (SMORPH) yang kegunaannya untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor. Parameter yang digunkaan adalah kemiringan lereng dan bentuk lereng, dimana kemiringan lereng menggunakan metode Sidik Cepat Deglarasi dan perhitungan bentuk lereng menggunkan curvature. Dari kedua tahapan metode yang digabungkan dan menghasilkan peta kemiringan lereng, peta curah hujan dan peta potensi bencana longsor. Pada daerah penelitian memiliki empat belas titik pengamatan longsor yang tersusun atas batuan sedimen berupa batu pasir dan material lapukan. Berdasarkan data observasi lapangan dan analisis data, jenis longsor yang terdapat pada daerah penelitian dua yaitu enam jenis longsor rockfall dan dua jenis longsor translasi. Wilayah daerah Harjawana merupakan daerah rawan longsor tinggi diakibatkan oleh curah hujan tinggi, pelapukan batuan dan bentuk lereng. Pada daerah penelitian sangat rentan terjadi bencana longsor diakibatkan faktor kurangya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya bencana longsor dan ketidakmampuan ekonomi serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Upaya dalam penanggulangan rawan longsor bisa dilakukam dengan penanaman pohon, pembuatan salauran, pemotongan tebing, dan pembuatan kawat pengikat batuan yang lapuk.

Kata Kunci : ASTERGDEM, Leuwidamar, Longsor, SRTM

ABSTRACT: Geographically the research location is located at coordinates 60 30 '05.0 "- 60 30' 04.2" S and 1060 08 "50.2" - 1060 13 '41.9 "E. Administratively, the research area is located in Harjawana, Lebak Regency, Banten Province In the Harjawana area the topography has a slope morphology, rainfall and is composed of lithology with a low degree of resistance, so it is prone to landslides. Therefore, it is necessary to assess the susceptibility of landslides. This study aims to identify areas that fall into a zone of landslide prone levels of stable to unstable. The method used is the analysis of image data in the form of ASTERGDAM and SRTM. slope morphology (SMORPH) method whose use is to identify landslide prone areas. The parameters used are the slope and the shape of the slope, where the slope using the Rapid Declaration method and the calculation of the slope shape using a curvature. From both stages the methods are combined and produce slope maps, rainfall maps and landslide potential maps. In the study area, there were fourteen observation points that were composed of sedimentary rocks in the form of sandstone and weathered material. Based on field observation data and data analysis, the types of landslides in the two study areas are six types of rockfall landslides and two types of translational landslides. The area of Harjawana is an area prone to high landslides caused by high rainfall, rock weathering and slope shape. The research area is very vulnerable to landslides due to the lack of public knowledge about the danger of landslides and economic inability and a sense of responsibility towards the environment. Efforts in eradicating landslide prone can be done by planting trees, making salaurans, cutting cliffs, and making rotten rock ties.

Keyword : ASTERGDEM, Landslide, Leuwidamar, SRTM

Published
2021-08-03