ANALISA PERBANDINGAN BETON GEOPOLYMER DAN BETON NORMAL TERHADAP KUAT TEKAN MUTU BETON K-350

  • Delli Noviarti Rachman Prodi Ilmu Tenik, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • RR. Susi Riwayati Teknik Sipil, Universitas Tamansiswa, Palembang
  • Siti Rohayati Teknik Sipil, Universitas Tamansiswa, Palembang

Abstract

Penggunaan semen pada campuran beton merupakan hal yang sangat umum terjadi. Sebena rnya ba nyak
dampak buruk penggunaan semen bagi lingkungan. Salah satunya adalah mengakibatkan banyaknya pelepasan gas CO2
ke udara. Hal ini tentu menjadi permasalahan bagi pemerhati lingkungan. Untuk itu para peneliti mencari bahan lain
penggantisemen sebagai campuranbeton, yangdinamakan geopolimer. Beton geopolimer merupakan betonyangdibuat
tanpa menggunakan semen sama sekali. Beton dibuat dengan campuran fly ash sebagai pengganti penggunaan materia l
semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Sedangkan sebagai katalisatornya digunakan NaOH : Na2SiO3 dengan
perbandingan tertentu. Pada penelitian ini digunakan perba ndingan katalisatornya yaitu 1:2, 1:3 dan 2: 5. Fly a sh ya ng
digunakan pada penelitian ini adalah sisa pembakaran dari PT. PUSRI Palembang. Berdasarkan hasil pengujian di
laboratorium, maka didapatkan hasil bahwa beton geopolimer dengan campuran katalisato r NaOH : Na2SiO3 ya itu 2:5
adalahyangmemiliki nilaikuat tekan terbesar yaitu mencapai352,8 Kg/Cm2 pada umur 28 hari.Maka dapat disimpulkan
bahwa penambahan Larutan Natrium Silikat ( Na 2SiO3) dan Natrium hidroksida (NaOH) Terhadap Beton Geopolimer
sangat berpengaruh terhadap kuat tekan beton geopolimer. Diharapkan dengan banyaknya penggunaan fly a sh seba ga i
penggantisemen akan mengurangidampak kerusakan pada lingkungan.

Published
2021-12-15