PEMBUATAN SABUN CAIR ANTISEPTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK MENGKUDU DI TANJUNG SETEKO

  • F Riyanti Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • N Yuliasari Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Desnelli Desnelli Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • N Hidayati Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • W Purwaningrum Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • R Farahdiba Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • W R Asri Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Sriwijaya, Palembang

Abstract

Cara sederhana mencegah penyebaran penyakit atau virus yaitu mencuci menggunakan sabun. Saat interaksi sabun dengan virus, maka lapisan lemak yang melindungi virus akan terpecah dan virusnya akan ikut terbunuh. Penggunaan sabun antiseptik dapat menghilangkan banyak kuman dan virus dalam waktu yang lebih singkat. Ada berbagai macam zat antiseptik alami yang dapat ditambahkan pada pembuatan sabun,salah satunya adalah buah mengkudu. Buah mengkudu mengandung zat anti bakteri dan anti virus dari jenis senyawa antraquinon sehingga dapat digunakan sebagai zat tambahan pada sabun. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan ekstrak mengkudu untuk dijadikan aditif di sabun cair telah di lakukan di RT 14 Desa Tanjung Seteko Indaralaya pada hari tanggal 21-11-2020. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dihadiri sekitar 15 orang, dan mahasiswa. Kegiatan langsung dimulai dengan pembuatan sabun. Pada proses pembuatan ini, ibu ibu dibagi menjadi 3 kelompok. Cara pembuatan dan bahan yang digunakan dijelaskan saat pembuatan demikian juga kegiatan tanya jawab. Pembuatannya menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat di dapat serta cara yang sangat sederhana. Khalayak sasaran sangat berterimakasih karena ternyata pembuatan sabun cair antiseptik ini sangat mudah dan biayanya murah.

Published
2021-12-20