Pendampingan Sertifikasi Organik sapi Serta Hilirisasi Teknologi Bagi Kelompok Peternak Motilango di Kecamatan Pinogu Kabupaten Bone Bolongo Provinsi Gorontalo

  • Bambang Susilo
  • Hendrix Yulis Setyawan Departemen Teknik Biosistem, Universitas Brawijaya, Malang
  • Dodi Wirawan Irawanto Departemen Teknologi Industri Pertanian, Universitas Brawijaya Malang
  • Aris Subagiyo Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya Malang
  • Basir Noho Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan, Bone Bolango
  • Irwan Bempah Jurusan Agribisnis, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo
  • Wafa Nida Faida Azra Departemen Teknik Biosistem, Universitas Brawijaya, Malang
  • Rizki Putra Samudra Departemen Teknik Biosistem, Universitas Brawijaya, Malang
Keywords: Sapi, Populasi, Pakan, Sertifikasi Organik

Abstract

ABSTRACT: Pinogu is the only sub-district located in the Bogani Nani Wartabone National Park area which is located in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province. The distance that must be traveled to Pinogu is 40 km from Tulabolo Village, which is the outermost village and can only be reached by modified two-wheeled vehicles. Limited road access is an obstacle for this area to develop. However, Pinogu holds extraordinary natural wealth, namely the potential for developing coffee and organic cattle. These commodities have not been utilized optimally, especially cattle farming. The number of cows even reached,over population can be used as a source of income for local communities. This livestock commodity provides economic opportunities by being sold live or processed into products. The difficulty of access makes it difficult for farmers to sell cattle to other areas, the distance of 40 km that must be covered by guiding the cattle they want to sell makes the travel time 2 to 3 days so the costs for sending cattle are high. The area has an area of 406.78 km2 This can actually take advantage of the potential in the livestock sector by making processed beef products including shredded meat, beef jerky and cowhide crackers which can increase the economic value of a product. Processed beef products will be of added value if they have an organic label. Therefore, it is important to provide assistance with organic certification and the downstreaming of beef processing technology so that people can make optimal use of the existence of cattle. The aim of this research is to assist in preparation for organic certification of cattle as well as downstream technology for processing cattle into products of marketable value. This certification assistance starts from the socialization stage, document collection and interviews with each member who is part of the Motilango breeder group. Meanwhile, downstream technology consists of several stages, namely tool design, tool testing, and tool demonstration as well as product manufacturing. In this research, descriptive and qualitative analysis was carried out, this program produces organic certification requirements documents that comply with standards and people who are able to process processed beef into a product using effective and efficient technology. Key words: Cattle, Population, Feed, Organic Certification ABSTRAK: Pinogu merupakan satu – satunya kecamatan yang terletak di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang berlokasikan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, jarak yang harus ditempuh menuju Pinogu yaitu 40 km dari Desa Tulabolo yaitu desa terluar dan hanya dapat ditempuh oleh kendaraan roda dua termodifikasi. Akses jalan yang terbatas menjadi hambatan kawasan ini untuk berkembang. Namun, Pinogu menyimpan kekayaan alam yang luar biasa yaitu potensi pengembangan kopi dan sapi organik. Komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal terutama peternakan sapi. Jumlah sapi yang bahkan mencapai, over populasi dapat dijadikan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat. Komoditas peternakan ini memberikan peluang ekonomi dengan cara dijual hidup ataupun diolah menjadi produk. Sulitnya akses membuat peternak kesulitan dalam menjual sapi ke wilayah lainnya, jarak 40 km yang harus ditempuh dengan menuntun sapi yang ingin dijual membuat waktu tempuh menjadi 2 sampai 3 hari sehingga biaya untuk pengiriman sapi menjadi tinggi. Wilayah yang memiliki luas 406,78 km2 ini sebetulnya dapat memanfaatkan potensi di bidang peternakan ini melalui pembuatan produk olahan sapi diantaranya abon, dendeng, serta kerupuk kulit sapi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu produk. Olahan produk sapi akan menjadi nilai tambah apabila terdapat label organik.Oleh karena itu, pentingnya melakukan pendampingan sertifikasi organik serta hilirisasi teknologi olahan sapi agar masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan sapi secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah pendampingan persiapan sertifikasi organik sapi serta hilirisasi teknologi untuk pengolahan sapi menjadi produk yang bernilai jual. Pendampingan sertifikasi ini dimulai dari tahapan sosialisasi, pengumpulan dokumen serta wawancara kepada masing-masing anggota yang tergabung dalam kelompok peternak Motilango. Sedangkan, untuk hilirisasi teknologi terdiri dari beberapa tahapan yaitu perancangan alat, pengujian alat, dan demonstrasi alat sekaligus pembuatan produk. Pada penelitian ini dilakukan analisa secara deskriptif dan kualitatif, program ini menghasilkan dokumen persyaratan sertifikasi organik yang sesuai standar serta masyarakat yang mampu mengolah olahan sapi menjadi suatu produk menggunakan teknologi yang efektif dan efisien. Kata Kunci: Sapi, Populasi, Pakan, Sertifikasi Organik

Published
2024-04-20
Section
Articles