Pengembangan Sistem Pengeringan Dan Pembakaran Batu Bata Otomatis Di Bangsal Batu Bata Purnama Niaga Desa Talang Buluh Kabupaten Banyuasin

  • Bhakti Yudho Suprapto Teknik Elektro, Universitas Sriwijaya
  • M Suryo Suharto Teknik Elektro, Universitas Sriwijaya
  • Hera Hikmarika Teknik Elektro, Universitas Sriwijaya
  • Zaenal Husein Teknik Elektro, Universitas Sriwijaya
  • Ike Bayusari Teknik Elektro, Universitas Sriwijaya
  • Caroline Caroline Teknik Elektro, Universitas Sriwijaya
  • Suci Dwijayanti Teknik Elektro, Universitas Sriwijaya
Keywords: Batu Bata, Sistem Pembakar, Pengering Batu Bata

Abstract

ABSTRAK: Batu bata merah merupakan salah satu bahan dalam pembangunan rumah atau gedung. Proses pembuatan batu bata ini dilakukan dengan cara melakukan pengeringan dan pembakaran pada suhu tinggi dengan waktu yang cukup lama. Umumnya, proses pembakaran batu bata masih memakai tungku api yang menyebabkan proses pembakaran menjadi tidak merata dan membutuhkan waktu yang lama. Prinsip seperti ini juga dilakukan oleh Bangsal Batu Bata di desa Talang Buluh, Kabupaten Banyuasin. Oleh karena ini pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengering dan pembakar batu bata otomatis yang dapat membantu Bangsal Batu Bata di desa Talang Buluh, Kabupaten Banyuasin. Sistem ini dilengkapi dengan sensor waktu dan suhu yang diimplementasikan dengan pengendali PID dengan mikrokontroler Arduino untuk mendapatkan hasil maksimal dengan biaya minimum. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa sistem pengeringan dan pembakaran batu bata dapat membantu bangsal mempercepat proses dan menambah pengetahuan kepada pengusaha bangsal. Percepatan proses ini membutuhkan waktu selama 6 jam untuk menghasilkan batu bata yang memenuhi syarat dengan berat akhir rata-rata sebesar 962,5 gram.

Kata Kunci: Batu Bata; Sistem Pembakar, Pengering Batu Bata

ABSTRACT: The Redbrick is one of the materials in the construction of a house or building. The process of making bricks is carried out by drying and burning at high temperatures for a long time. Generally, the brick burning process still uses a furnace which causes the combustion process to be uneven and requires a long time. This principle was also carried out by the Batu Bata Ward in the village of Talang Buluh, Banyuasin District. Therefore, this community aims to develop an automatic brick dryer and burner system that can help the Brick Ward in Talang Buluh village, Banyuasin District. This system is equipped with a time and temperature sensor which is implemented with a PID controller with an Arduino microcontroller to get maximum results with a minimum cost. The results of this community show that brick drying and burning systems can help wards speed up the process and increase knowledge to ward entrepreneurs. The acceleration of this process takes 6 hours to produce bricks that meet the requirements with an average final weight of 962.5 grams.

Keywords: The Redbrick; Brick Dryer; Burner System;

Published
2020-08-01
Section
Articles