PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES UPGRADING BROWN COAL DENGAN PENAMBAHAN MINYAK JELANTAH

  • R. Nursani STIT Prabumulih
  • H.E. Handayani Universitas Sriwijaya
  • D. Bahrin Universitas Sriwijaya
Keywords: Brown Coal, Minyak Jelantah, Upgrading

Abstract

Teknologi upgrading brown coal adalah teknologi yang berfungsi untuk menurunkan kandungan air atau moisture dalam batubara sehingga nilai kalori batubara akan meningkat. Pada penelitian ini untuk mengeluarkan atau menguapkan air yang berada didalam pori-pori batubara dilakukan dengan pemanasan. Proses pemanasan membuat pori-pori batubara  mengalami kekosongan untuk itu digunakan minyak jelantah sebagai pengisi pori-pori batubara tersebut. temperatur pemanasan yang digunakan akan bepengaruh terhadap nilai kalori batubara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh temperatur upgrading terhadap nilai kalori batubara peringkat rendah. Pada penelitian ini dilakukan percobaan upgrading dengan pemanasan pada temperatur 250oC, 300oC dan 350oC. Pada penelitian ini minyak jelantah dimasukkan kedalam batubara dengan perbandingan 1 : 0,25, 1 : 0,50, 1 : 0,75 dan 1 : 1 selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi temperatur pemanasan dan semakin banyak rasio minyak jelantah menyebabkan nilai kalori batubara semakin meningkat.

References

[1]. Jauhari, M.(2010). Kelebihan Batubara. Jurnal Alami, 10(1), 14-18.

[2]. Ratna (2010). http:// www. Chem-is-try, org/ kata kunci/ batu-bara paleogen) diakses Maret 2010.

[3]. Sukandarrumidi. (2014). Batubara dan Gambut.
Gadjah Mada University Press (UGM). [4]. Putra, FF. (2013). Upaya Peningkatan Kualitas batubara Peringkat Rendah Dengan Menggunakan Minyak Pelumas Bekas dan Minyak Tanah Melalui Proses upgrading, Jurnal Penelitian, Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Samarinda.

[5]. Baaqy, LA., Arias, G., Rachhimoellah,M., dan Nenu, R K T.(2013). Pengeringan Low Rank Coal dengan Menggunakan Metode Pemanasan tanpa Kehadiran Oksigen, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jurnal Teknik Pomits Vol. 2(2).

[6]. Datin, FU., Daulay, B., dan Hudaya, GK., (2006). Karakteristik Batubara Samaranggau Sebelum dan setelah Proses Upgreded Brown coal (UBC), Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 15(39).

[7]. Couch, GR. (1990)., Lignite Up-Grading. IEA Coal Research, 23, United Kingdom.

[8]. Heriyanto, H., Ernayati, WK., Umam, C., Margareta, N. (2014). Pengaruh Minyak Jelantah Pada Proses UBC Untuk Meningkatkan kalori Batubara Bayah, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, JL. Jendral Sudirman Km. 3 Cilegon Banten, Jurnal Integrasi Proses, Vol. 5(1), 56 – 60.

[9]. Noviyani. (2011). Pemanfaatan Proses Upgraded Brown Coal (UBC) Untuk Pemasakan Briket di Rumah Tangga. Skripsi, Fakultas Teknik Program Ekstensi Teknik Kimia, Universitas Indonesia.

[10]. Ningsih, YB., Handayani, HE., Purbasari, D., dan Fadhli, M.(2018). Pengaruh temperatur Pemanasan pada upgrading Batubara dengan Penambahan PFAD Terhadap Perilaku Pembakaran Batubara. Jurnal Geosapta, Vol 4(1), 55-59.

[11]. Ningsih, YB., Handayani, HE., Suherman, A., Syaripudin., Rohma, S. (2020). Pengaruh temperatur Pemanasan Pada proses upgrading Batubara Dengan Penambahan Sarang Lebah Terhadap Karakteristik Batubara. Jurnal Geosapta, Vol 6(2), 111-116.

[12]. Billah, M. (2010), Peningkatan Nilai Kalori
Batubara Peringkat Rendah dengan Menggunakan Minyak Tanah dan Minyak Residu. UPN Press.
Published
2021-06-16
Section
Articles